Senin, 15 November 2010

ini fana

| Senin, 15 November 2010 | 0 komentar

Tidak lebih ini hanya memandang dengan arah lainnya saja, sama saja saat aku menilai kalian memandang dari arah lainnya juga.

.hitam.pahit.sakit.jahat.sepi.dusta.jelek.murka. . . .

.putih.manis.sehat.baik.ramai.jujur.cakap. . . .

Sesuatu itu setahu saya selalu bersebrangan berlawanan, menilai atas pandangan mayoritas dan minoritas. Berkata indah karena indah itu tercipta dalam rasa. Pengaruh rasa dari memaknai. Arti. Aku percaya itu ada dalam jiwa hewan berakal. Berlaku baik tidak usahlah bertindak jahat.mengajarkan kebaikan janganlah mencontoh kan keburukan. Ya itu hanya penegasan sampah.

Pernah memurkai rasa jahat, sang jahat terhidupi dalam jiwa. Hewan yang berakal menilai, itu jahat ya sangat jahat, jahat sekali. Hingga akal akal mereka hilang hanya hewan berdaging dan berdarah yang berkata ya itu sang jahat sang jahat yang maha jahat sembari mulut penuh riak basah mentertawa dalam tahta baik.

Bersyukur, berat aku juga belum tentu bisa hidup dengan nya. Aku susah menulisnya, ini semacam pertentangan pikiran dan hati yang terpenuhi kesombongannya. Aku sekenariokan saja, coba bersyukur masih merasakan rasa, ya aku yakin hewan berakal bisa. Coba bersyukur masih merasakan rasa putih, manis, sehat, baik, ramai, jujur, cakap. . . . aku yakin hewan berakal juga masih bisa. Coba bersyukur merasakan hitam, pahit, sakit, jahat, sepi dusta, jelek, murka. . . .aku yakin masih ada hewan berakal yang bisa, setidaknya bersyukur masih hidup dan merasakan segala rasa.

Tidak mampu akan lebih dari bersyukur atas anugrah yang Esa pemilik semesta untuk peran peran kita dalam fana.


sampah sore tadi-

0 komentar: