Kamis, 29 Juli 2010

lalulalulintas

| Kamis, 29 Juli 2010 | 0 komentar



kekegetan masyrakat atau tanda peningkatan taraf ekonomi bangsa atau atas dasar menjunjung martabat dan status atau yang parahnya lagi TIDAK ADA PILIHAN, baput!

baru baru ini gw merasakan ibu kota sebenar benarnya, dari jalur kalimalang yang panjang sekali, turun di cawang sudah bisa terlihat ladang showroom MT.Haryono hingga melumpuhkan jalur busway, pancoran, kemudian belok di transTV sambil liat lautan kendaraan di sepanjang Kuningan yang pada "arkir", masuk daerah santa mulai sedikit damai, dilanjutkan jl.pkubuwono yang kembali merapat dimana gw memerlukan waktu 3jam untuk sampai ke sana, melebihi perjalanan solo - jogja, hahahhaaaa...

itu cuma sebgian kecil dari ke"rapatan" ibukota, gw yang melihat dari kacamata transportasi umum, melihat ini sudah baput sekali sangat baput! kendaraan pribadi mobil maupun motor jumlahnya makin membanyak merapatkan jalan makin harinya.

berteriak teriak isu pemanasan global, green arsitektur lah, green life, produk produk penunjang tertier (AC, mobil, motor, dll dsb) menggalakan tema green, cuma bisa bilang SAMPAH itu semua.

coba kita mulai mengurangi saja apa yang tidak di perlukan, seandainnya para pemakai kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum dengn daya tampung lebih besar ketimbang 1 mobil yang hanya di gunakan 1 atau 2 orang saja, penataan kota yang lebih bersahabat dengan pejalan kaki dan pemakai sepeda, transit transit kendaraan umum yang lebih bermanusia dan aman antar kota kota pondasi tiang ibu kota (BODETABEK). kaya gw mau transit dari bekasi barat ke jakarta timur, apa tempat apa atau seperti apa tempat itu, yang ada hanya semu. padahal kalo kita liat aktifitas jalan terpadat menuju ibukota merupakan tumpahan warga pinggiran, yang bisa secara tiba tiba jumlah warga Jakarta akan berjumlah berkali lipat pada saat jam kerja.

hari ini gw nonton berita (gak masuk KP gara gara super duper telat), TV one ngebahas tentang pembatasan penggunaan motor, dan menerpakan 3 in 1, ahhaaaa... apa iya ini solusi?hheheee nonton Metro Tv ngebahas bagaimana meningkatkan kapasitas angkut transportasi publik?. yeaaa!

kita masyarakat, dan termasuk gw adalah masyarakat manja, kita masih sengan di atur lalu menagis berdemo saat aturan itu tidak sesuai hati. ini bukan HANYA pemerintah yang harus maju dengan kebijakan kebijakannya, tapi kita sendiri juga yang perlu berubah atau paling tidak mempunyai kesamaan paham agar kemacetan bukan jadi hobi pagi hari bersama.

seandainya semuanya menurunkan ego lalu kita bersama menikmatai keterbatasan angkutan umum, dan memaksimalkan keadaan transportasi umum yang sudah ada, lalu pemeirntah memberi dukungan melalui fasilitas dan kebijakannya dengan imajinasi saya (ruang transit yang menghubungkan seluruh jalur taransportasi dengn perawatan berkala, pemikiran penataan sitem transportasi yang tidaka hanya di fokuskan pada Jakarta sebgai tujuan tetapi pada kota kota penghubung nya (BODETABEK), kemudahan transit kendaraan besar ke angkutan kota lainnya (rahasia umum>> kalo mau ke bekasi dari jakarta lewat jalur timur, kita di mana mau turun di cawang lalu berganti angkota saja tidak ada tempat transit yang di sediakan), kejelasan rute kendaraan yang perlu di informasikan, atau yang terimajinasi di adakan pembagian jalur kendaraan yang pencapaiannya tersistem dengan jelas hingga antar bus tidak bersaing sama motor yang makin berani, hhhooo...


Perlu tim khusus nih dan tidak hanya orang orang pemirintah saja, agar semua mencapai keadaan kenyamanan transportasi yang saling di harapkan.

yeaaahh..

saya akan tidur cepat hari ini, jam 5 pagi untuk besok, hoaa..

0 komentar: