Pembunuh waktu, akhir adalah awal menuju selanjutnya. Aku, kita,kamu, kalian hanyalah tokoh dari perhelatan waktu. Mencari akhir menuju awal baru, tak mungkin usai semuanya akan terus berlalu. Belum lama kita usaikan waktu di tahun 2009. Semuanya berlalu tanpa sebuah resolusi buatku, tapi dengan sesuatu berarti. Mungkin karena sang tokoh waktu ini memang tak pernah punya resolusi.
Memerintah diri sebuah pertanda kita menangi perhelatan waktu, saat kerutan kerutan menunjukan kekuasanya seperti galih batang pohon pemayung jalan. Semua menujukan artinya dalam perhelatan waktu. Aku, sang tokoh perhelatan waktu terlalu sombong menikmati waktu, tak peduli pada jarum jam yang tak berhenti, tak peduli saat matahari terbenam maupun terbit.
Penyasalan abadi lah yang nanti akan menunjukan rupanya sabagai rangkuman para tokoh perhelatan waktu yang sombong dan angkuh yang tak jujur.
Dulu ini tak seperti ini, kita hanya sebagai sesorang yang duduk berdampingan dalam sebuah bus kota antar kota, tanpa komunikasi berarti. Aku memang bukan tokoh perhelatan waktu yang peka akan tanda tanda rasa yang tercipta. Memori ku pendek. Mudah aku melupakan mu mau pun mengingatmu saat tepian ini mulai mengkikis. Seperti gontai tak tau aku apa itu mencinta.
Kuat diri tutupi, aku bilang ini hanya akibat sang waktu dan keadaan mu yang aku nikmati. Tapi aku ternyat bohong, banyak hal tidak sekedar aku menikmati dan mencuri pemikiran mu. Kita terlalu terjerumus dalam lingkaran lingkaran lain, dan membuat kita semakin jauh akan sesuatu yang aku inginkan. Tak pernah ada yang dia iming imingi, hanya aku yang kehausan masih berharap di berikan tulang lalu akan ku grogoti di pojok meja setelah dagingnya ia habiskan.
Ucap sahabat pada kawanya tentang kabar,.ingat ini?
Where are we? What the hell is going on?
The dust has only just begun to fall,
Crop circles in the carpet, sinking, feeling.
Spin me round again and rub my eyes.
This can't be happening.
When busy streets a mess with people
would stop to hold their heads heavy
(imogen heap-hide and sheek)
Minggu, 10 Januari 2010
tokoh waktu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar