"Bahasa merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih. baik itu secara lisan maupun tulisan. Pernyataan tersebut sangat benar dan sudah menjadi aksioma. Satu orang pun tidak ada yang akan membantah dengan pernyataan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa, baik menggunakan bahasa lisan, bahasa tulisan maupun bahasa tubuh. Bahkan saat tidur pun terkadang kita tanpa sadar menggunakan bahasa." http://netsains.com/2008/12/bahasa-indonesia-menjadi-bahasa-peradaban-dunia/
*Bahasa lisan dan grafis*
Uahhhh..
pengen cerita cerita ajah,sambil melatih bahasa verbal gw.
Beberpa kali gw mengalami berada dlm suatu im yg -mono gender- atau pun multi gender. Tentu saja mono gender saat gw berada dalm satu tim yang isinya wanita semua, dan kejadian tersering gw berada dlm satu tim dmana isinya temen main juga. Terkadang banyak keluar rasa canggung, gak enkan saat ngeluarin pendapat tapi sekarang2 ini gw udah mulai sedikit “berteriak”, namun kelemahan gw dlm bahasa verbal ini cukup menganggu. Saat berdiskusi bersama -tim monogender- yang di sini notabene nya isinya wanita wanita banyak terjadi diskusi lisan yang berlarut larut dan agak sulit gw cerna maksud nya(hee..), dan terkadang timbul suatu maksud yang sama tapi dengan pengungkapan bahasa yang berbeda, dan wanita ” umumnya” lebih senang mencerana kalimat dari bahasa lisan ini.
Missal “gw bilang: dipasang sisi sini sama sisi sini (sambil nunjuk ke benda atw gambar yg di maksud) tp “dia(-tim monogender- gw)” bilang: bukan, itu dipasang di kanan dan kiri>>>>>padahal maksud kalimat gw juga itu.heee.. aduh maaap ya buat -tim monogender- gw dimanapun anda berada bahasa lisan gw emang payah..
Nah di sini, kendala membayangkan sesuatu dari bahasa lisan itu punya varian yang sangat ambigu. Ketika sebuah kaliamat terbaca “ada apa itu di sana” maka aka nada berjuta juta varian bayangan atau imajinasi dalam tiap pemikiran kita. Yang seringnya buat gw jadi agak slek dan memilih berkata “terserah kamu ajeh deh, aku ngikut kamu ajah, atau owhhh gitu” tp senyatanya pemikiran gw lagi gak nyambung dengan tim gw tp perlahan lahan gw coba mengikuti arah pemikirana dengan ke sok tahuan tingkat tinggi.
Tapi tapi tapi,Ketika gw berada di -tim multi gender-. gw merasa lebih mudah “berteriak” walaupun mungkin beberapa -tim multi gender- gw juga temen sepermainan.- tim multi gender- yang isinya gw bersama pria pria(ciye ileh) dan terkadang beberapa wanita. Pada saat diskusi tim, disini pria pria -tim multigender- lebih banyak berabahasa secara grafis, seperti menggambarkan, menconthkan, maupun membuat ilustrasi. Disini gw lebih mudah memahami maksud dari pemikiran mereka yang walaupun belum tentu gw setuju atupun tidak setuju dengan pemikiran mereka. (pembahasan wanita dlm -tim multi gender- dibahas di atas ajah ya, rada gak jauh beda tp balik ke individunya juga sih).
Dan di kasus ini gw merasa bahasa garfis gw lebih baik sekian % ketimbang bahasa lisan. Terkadang saat bahasa lisan mulai gw cerna gw mudah banget untuk menemukan varian pemahaman, namun saat bahsa grafis mulai berujar gw gak bisa berkata kata lagi (ake gak ngerti juga, wkwkwkwkwk..
Senin, 21 Desember 2009
- - -
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar